1. Apa kabar sobat dan wirausaha baru yang telah berkunjung ke blog saya. Saya ucapkan selamat datang.

Pada kesempatan kali ini artikel yang akan saya buat adalah tips penting beternak belut.
Tapi sebelum kita membahas tips penting apa yang menjadi acuan beternak belut, kita membahas tentang apa belut itu sendiri dan kenapa belut menjadi salah satu komoditi bernilai ekonomis tinggi sehingga banyak peternak yang berlomba membesarkannya.
Belut merupakan ikan berlendir dan menyerupai ular. Nama  ilmiah belut adalah Synbranchide. Dan memiliki nama yang berbeda pada setiap daerah nusantara kita.
Kandungan gizi yang terdapat dalam belut sangat tinggi dari kalori, protein, maupun fosfornya memiliki perbandingan yang lebih tinggi dengan daging atau telur ayam.

Kebutuhan belut semakin hari semakin meningkat baik untuk kebutuhan lokal dan untuk ekspor. Hal ini disebabkan belut juga menjadi masakan khas yang terkenal dan selalu menjadi ikon kuliner untuk dibeberapa negara dan selalu kurang dengan ketersediaannya. Untuk data kebutuhan belut dapat anda searching di situs resmi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Republik Indonesia.
Spesifikasi ilmiah dan kandungan gizi belut serta hasil searching kita di situs resmi DKP tentang kebutuhan belut nasional dan ekspor sudah kita semua ketahui maka dasar itulah yang menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa banyak orang yang ingin mencoba beternak belut. Sangat memotivasi kita untuk menekuninya bukan ? itu sudah tentu.
Tetapi sobat, jangan hanya karena sekedar ikut ikutan saja ya. Tapi perlu kita ketahui permasalahan yang utama dan harus benar benar menjadi perhatian serius ketika kita ingin beternak belut.

Ada pada tips penting beternak belut dibawah ini sobat. Jadi bukan hanya alih alih kita memiliki modal cukup dalam melaksanakan beternak belut, hingga kita melupakan hal sepele ini. Dan itu terbukti pada mereka yang sering bertanya kepada saya ketika hendak membeli bibit belut.

Apa kita ingin merugi? Apa kita ingin menghamburkan uang saja? Pertanyaan itu yang pertama saya tanyakan pada mereka yang hendak membeli bibit belut kepada saya.
Saya tidak mau menjerumuskan mereka sobat. Dan saya dalam berdagang tidak semata mata hanya ingin meraup keuntungan. Itu sebabnya saya selalu menanyakan kesiapan mereka sebelum terjun dalam berternak belut. Hasilnya 99% tidak siap dengan tips  sepele ini.

Baiklah, sepertinya pembaca sudah penasaran apa sebenarnya tips sepele yang dimaksud.
Tips penting beternak belut yang menjadi modal berhasil dan tidaknya kita, menurut saya dipengaruhi oleh 2 hal. Dari 2 hal ini akan menjadi pendukung tentang bagaimana cara beternak belut yang baik. Mengingat sifat utama belut yang saling memakan satu sama lainnya ( Kanibalisme ) tidaklah dapat kita pantau dan tidaklah dapat kita hitung satu persatu didalam kolam ketika bibit belut sudah kita tebar.

1. Pakan utama belut
Pagi siang sore membawa kantong kresek atau karung untuk mengumpulkan keong disawah, bahkan kerap menyuruh anak anak kecil untuk mencari keong dengan membayarnya ketika dapat. Atau desak desakkan di tempat pelelangan ikan membeli ikan hasil tangkapan yang rusak, bahkan kadang kita tidak berhasil membawa pulang ikan sisa itu. Heheeee itu pasti terjadi.
Mengapa? Karena kita tidak mampu membeli cacing lumbrican yang menjadi makanan utama belut sobat. Harga cacing lumbrican dari peternak sudah mahal. Ya dimaklumi sebab operasional peternak cacingpun mungkin juga tinggi. Kita mendapat harga cacing lumbrican di harga terendah Rp 80.000 - 100.000 per Kg.
Konsumsi cacing lumbrican oleh belut terus berkelanjutan dan harus selalu tersedia. Pada kenyataannya ketersediaan pakan alami yang kita buat dari tumpukan jerami, batang pisang, kotoran sapi yang kita busukkan terlebih dahulu didalam kolam pembesaran belut tidaklah mampu mengatasi. Efeknya jika pakan utama itu tidaklah ada maka sudah tentu belut akan kanibal. Ini merugikan kita sebagai peternak.
Maka tips penting beternak belut yang pertama ini jauh harus dipersiapkan dengan mempelajari bagaimana cara kita beternak cacing lumbrican terlebih dahulu.  Dan harus sampai berhasil ya sob.

2. Populasi belut pada kolam pembesaran.
Populasi merupakan jumlah dari hasil hitungan banyak sedikitnya sesuatu benda bernyawa dalam suatu ruang lingkup yang terbatas.
Belut berada dalam kolam pembesaran memiliki keterbatasan gerak dan keterbatasan makanan. Dengan masa panen belut sekitar empat bulan itu waktu yang lama bagi belut didalam kolam. Banyak hal yang telah terjadi selama itu dan tentunya kita tidak tahu apakah belutnya tumbuh besar? Apakah jumlah belutnya masih sama seperti awal ketika kita memasukkannya kedalam kolam?
Akhirnya muncul ide ide beternak belut dengan air bersih dan lain sebagainya yang pada intinya agar kita dapat tahu bahwa belut berkembang besar, bahwa belut tidak kanibal, bahwa belut masih sama jumlahnya. Tapi itu bukan jawaban atas permasalahan pembesaran belut. Kita sudah memaksakan belut untuk tidak hidup alami dan tentunya itu akan berpengaruh pada hasil yang kita inginkan.

Kembali pada populasi, oleh karenanya mengatur populasi belut pada setiap kolam agar untuk mendapatkan ruang yang luas untuk bergerak seperti pada habitat alamnya, tidak saling berebut makanan ketika kita berikan makan.
Memang kita tahu apa benar belut berebut makanan? Sebab pada literatur lain dikatakan cara memberi makan belut dengan memasukkan cacing ke dalam lubang yang dibuat oleh belut.
Jawabannya simpel saja sobat. Kolam yang kita buat untuk belut berisikan 75% lumpur sawah atau lumpur yang diambil dari dasar sungai dan dari lumpur tambak. 25% nya adalah air. Dari situ dapat kita ambil kesimpulan, apakah kita tahu bahwa didalam kolam berlumpur itu belut tidak saling berebut ketika diberi makan sebab padatnya populasi? Tidak. Tapi yang jelas secara logika makanan satu piring disediakan untuk 5 orang yang kelaparan maka yang terjadi adalah saling berebut.
Untuk itu pengaturan populasi belut yang ditebar dapat dikondisikan dengan ukurannya kolam yang kita buat.
Jadi tebaran populasi belut dalam kolam menjadi tips penting beternak belut yang tidak kalah pentingnya.

Semoga kedua tips diatas menginspirasi kita untuk lebih matang, dan lebih siap dalam beternak belut.

Demikian semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya ke blog saya.
Axact

KAOS DAKWAH

KAOS DAKWAH adalah blog membahas tentang cara pembuatan Kaos Dakwah sampai bagaimana cara menjual Kaos Dakwah Online maupun offline, Silakan cari artikel di GHIRAH.COM..Terima Kasih telah berkunjung di blog sederhana ini, Jika antum PRODUSEN KAOS DAKWAH ATAU DISTRO MAU KERJASAMA SILAKAN KONTAK NO TLP YANG ADA DI WEB GHIRAH.COM

Post A Comment:

0 comments: